Header Ads

Himpaudi Jayaa

LOMBA KARYA NYATA GURU DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berkarakter, hal ini sejalan dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada pasal 3 yang menyebutkan bahwa; “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untukberkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab”. 

Oleh karenanya, setiap anak di Indonesia berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, untuk menumbuh kembangkan seluruh kemampuan dan potensinya serta membangun karakter yang mandiri, tangguh, bertanggungjawab serta bermartabat, sebagai bekal baginya untuk menjalani kehidupan dalam masyarakat kelak. Pembentukan karakter anak merupakan bagian dari proses pendidikan yang diterima anak tidak hanya di sekolah, namunjuga di rumah dan di masyarakat. Ketiga sentra pendidikan seperti yang digagas Ki Hajar Dewantara, yakni keluarga, sekolah dan masyarakat harus kompak, punya sinyal yang sama, contohnya“ kebiasaan belajar, orang tua harus mendisiplinkan anak di rumah, jangan dibiarkan begitu saja sehingga apa yang dibangun disekolah, hancur begitu saja, “ 

Berbicara mengenai pendidikan, maka sangat terkait dengan adanya proses belajar mengajar yang ada di sekolah. Oleh karena itu, dalam penyelenggaraan pendidikan tidak terlepas dari adanya peran seorang guru, tanpa adanya guru pembelajaran akan sulit dilakukan. Guru memiliki peran yang paling aktif dalam pelaksanaan pendidikan demi mencapai tujuan pendidikan yang hendak dicapai. Sebagai pendidik, guru harus memiliki kompetensi yang baik. Satu yang penting dimiliki oleh seorang guru dalam rangka pengembangan karakter anak didik adalah guru harus mempunyai kepribadian yang baik dan terintegrasi juga mempunyai mental yang sehat. Sejalan dengan tujuan pendidikan yaitu tak hanya membuat anakmenjadi pandai, namun jugaharus menciptakan nilai-nilai luhur atau karakter, oleh karena itu pendidik yang berkarakter kuat tidak hanya memiliki kemampuan mengajar dalam arti sempit (transfer pengetahuan/ilmu), melainkan juga harus memiliki kemampuan mendidik dalam arti luas (keteladanan dalam kehidupan sehari-hari). 

Pendidikan karakter di sekolah dapat diupayakan melalui beberapa pendekatan, berkaitan dengan hal ini sebagian pakar pendidikan menyarankan pendekatan-pendekatan pendidikan moral yang dikembangkan negara-negara barat, seperti: pendekatan perkembangan moral kognitif, pendekatan analisis nilai, dan pendekatan klarifikasi nilai. Sebagian yang lain menyarankan penggunaan pendekatan tradisional, yakni melalui penanaman nilai-nilai sosial tertentu dalam diri peserta didik. Namun hal ini tidak menjadi masalah, karena pendidikan karakter adalah proses pendidikan yang terintegrasi baik antara guru dengan anak, maupun antara warga sekolah dengan masyarakat sekitar. Sehingga proses penanaman nilai karakter pada anak tidak banyak mengalami kendala yang berakibat pada melemahnya motivasi untuk menanamkan nilai karakter bersama dan akibat -akibat lainnya. 

Oleh sebab itu pendidikan karakter bukan hanya sebagai kerangka acuan yang tertempel pada dinding kelas maupun dalam buku saja. Namun pelaksanaan yang sesungguhnya antara guru dengan anak serta lingkungan belajar dan tempat tinggalnya harus saling terhubung. Pencapaian tujuan pendidikan karakter anak akan mencapai hasil yang optimal bila dilakukan sejak usia dini, masa keemasan anak usia dini akan memberi pengaruh dan dampak yang kuat dalam membangun dan membentuk karakter anak yang akan berlanjut hingga dewasa. Pada masa Golden Ages ini upaya pendidikan karakter harus dikembangkan sesuai sifat dan karakter anak dan juga perlu memperhatikan standar pencapaian sesuai standar pendidikan anak usia dini yang telah ditetapkan pemerintah. 

Oleh karenanya kreativitas guru dalam memberi penguatan pembelajaran karakter di kelas dan lembaga PAUD harus terus diupayakan dan di tingkatkan demi tercapainya tujuan pendidikan. Inovasi dan terobosan baru patut dimunculkan, dipilah, diselaraskan dengan tujuan yang hendak dicapai, untuk itu HIMPAUDI sebagai organisasi profesi Himpunan Pendidik dan Tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia berupaya terus untuk menggali potensi-potensi emas dari para tenaga pendidik untuk memberikan karya nyata kepada bangsa dan negara melalui “KEGIATAN LOMBA KARYA NYATA GURU DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI LEMBAGA PAUD”. Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun pondasi karakter yang kokoh pada anak melalui pendidik mengenai pendidikan karakter dan disamping itu juga memberi wadah bagi para pendidik anak usia dini untuk berkontribusi dalam memberikan gagasan terbaik dalam pendidikan karakter anak usia dini.

1 comment:

  1. Hapis (Turkish for "prison") is another tables recreation played in Turkey. It is related 온라인카지노 to|similar to} Mahbusa played within the Arab World. Gul bara, generally known as "Rosespring Backgammon" or "Crazy Narde", is a tables recreation in which there is no a|there isn't any} hitting.

    ReplyDelete